![]() |
| Master Limbad |
Diam-diam, mentalis kondang ini Kamis (8/10) kemarin berkunjung ke Kampung Lumut, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Setelah Nagan Raya, nama Aceh Tengah memang semakin melambung sebagai lumbung batu mulia tersebut. Sampai-sampai jenis giok yang terdapat di sini pun dinamakan giok lumut. Klop dengan warnanya yang memang hijau lumut.
Tapi varian giok di sini bukan cuma nefrit jenis lumut. Ada juga idocrase dengan varian solar, biosolar, dan biosolar super. Di antara batu mulia itulah yang ingin dilihat langsung oleh Limbad, Kamis lalu.
Kehadiran Master Limbad di Dataran Tinggi Gayo ini mengundang perhatian publik, meski awalnya mereka tak menyangka bahwa pria berikat kepala dan mengenakan kalung serta cincin besar di jemari kedua tangannya itu adalah Limbad. Tapi wajah seramnya yang begitu populer di televisi, membuat sosok misterius ini mudah dikenali sebagai Limbad.
Cuma, penampilannya kali ini sedikit berbeda dengan yang biasa terlihat di televisi. Kali ini, Limbad mengenakan sepatu boot yang bercak lumpurnya terlihat jelas. Lumpur yang menempel di sepatunya ternyata berasal dari lokasi penambangan dan pencarian giok di Kampung Lumut, Linge. Ia ke sana untuk melihat langsung lokasi tempat pengambilan bongkahan batu giok.
Kabar tentang kehadiran pesulap kondang ini ke kota dingin Takengon, hanya diketahui segilintir orang. Ia datang difasilitasi Gayo Gemstone Community (GGC) dan bertemu dengan sejumlah pecinta batu mulia di Gayo. Pertemuan itu berlangsung di HR Cafe, Takengon.
Limbad yang didampingi sejumlah rekannya tiba di HR Café sekira pukul 21.00 WIB. Suami Susi Indrawati ini langsung menyapa ramah sejumlah warga yang sedang santai mengopi di HR Café, termasuk Ketua GGC, Kamal Bahagia, Kadis Peternakan dan Perikanan Aceh Tengah, Drh Rahmandi, serta sejumlah pecinta batu giok.
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2015/01/10/master-limbad-tinjau-potensi-giok-gayo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar