23 Agustus 2013

Bupati Larang Bongkahan Giok Dibawa ke Luar Nagan

Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini menegaskan, pihaknya kini melarang setiap orang membawa bongkahan batu Giok atau batu alam yang diperoleh di kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, ke luar dari kabupaten itu. Batu alam itu, hanya bisa dibawa ke luar dari Nagan apabila sudah diolah dalam bentuk aksesoris atau batu cincin siap pakai, yang diolah oleh pengrajin di kabupaten setempat.
“Bagi yang nekat membawa batu Giok Nagan dalam bentuk bongkahan, akan ditindak tegas, dan batunya kami sita untuk daerah,” kata HT Zulkarnaini, Minggu (28/12). Dikatakannya, aksi pengambilan batu alam di kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, kini sudah sangat meresahkan. Pasalnya, aksi itu sudah mengarah pada pengrusakan lingkungan.
Karena itu, Pemkab Nagan Raya segera melakukan pertemuan dengan pihak terkait, guna mencari solusi supaya kerusakan alam tidak semakin parah, serta masyarakat tetap bisa diberdayakan.
Ia juga memerintahkan intansi terkait di jajaran Pemkab Nagan Raya, untuk segera mengambil tindakan pencegahan terhadap pengiriman batu alam ke luar daerah, seperti yang tertangkap beberapa hari lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, polisi militer beserta petugas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/12) malam, mengamankan sekitar 500 kilogram aneka batu alam jenis Giok asal Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong.
Operasi itu dilakukan petugas terhadap angkutan penumpang umum L300 serta mobil pribadi yang melintasi jalan Meulaboh-Jeuram di kawasan Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.
Asnida (52) wanita menetap di Ujong Baroh, Meulaboh, Aceh Barat yang selama ini pencinta batu giok memperlihatkan batu giok di seluruh jari tangannya, Kamis lalu.SERAMBI/RIZWAN 

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2014/12/29/bupati-larang-bongkahan-giok-dibawa-ke-luar-nagan

3 Agustus 2013

Aceh Demam Giok

BONGKAHAN batu itu sekilas tidak ada yang istimewa. Berbentuk lonjong dengan kulit luar berwarna kuning dan kasar. Seperti batu biasa lainnya yang berasal dari gunung, batu ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Namun siapa nyana, dari penampakannya yang biasa saja, bongkahan batu itu dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta.
“Boleh dilihat, saya jamin kualitasnya bagus,” kata Arbi, seorang penambang batu giok saat ditemui Serambi di pusat penjualan batu akik dan permata Gemstone kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (10/12).
Lelang Batu Giok Aceh. Warga memilih Batu Giok Aceh jenis Neprit (Aceh Nephrite Jade) asal Beutong Nagan Raya yang dilelang pedagang di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (4/1). Sejumlah penggemar batu datang ke tempat tersebut untuk mmembeli batu jenis giok yang dijual relatif murah. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Arbi memamerkan batu berjenis cempaka madu itu kepada setiap pengunjung Gemstone. Batu akik cempaka madu dikenal sebagai salah satu jenis batu berharga dan punya citarasa seni tinggi yang kerap diburu konsumen dan kolektor batu permata.
Memiliki warna dominan merah pekat, cempaka madu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemakainya. Selain kelihatan mewah, jenis batu ini memiliki aura stylish bila dipoles dengan aksesori atau rangka yang apik.
Sebetulnya tidak hanya Arbi, ada ratusan penambang batu mulia kini menjamur di Aceh. Mulai dari Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, hingga Aceh Tengah. Dari banyak jenisnya, giok merupakan salah satu jenis batu mulia yang belakangan populer dan paling diburu para penambang dan kolektor.
Tren menambang batu mulia di Aceh mulai heboh seiring menjamurnya penggemar batu giok di Aceh sejak enam bulan terakhir. Tidak hanya warga di perkotaan maupun perkampungan, fenomena demam batu mulia kini menjadi buah bibir hangat di kalangan eksekutif muda, pegawai negeri sipil, polisi, TNI, maupun karyawan perusahaan BUMN. Semua mereka senang membicarakan batu akik atau batu mulia kesayangannya. Umumnya para Gemstone Mania memakainya karena berbagai alasan. Ada yang mengaku karena hobi, sebagai hadiah untuk teman, maupun koleksi pribadi sampai menjadi lahan bisnis menggiurkan. Bahkan mereka rela merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk mendapat batu akik kesayangannya.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2014/12/16/aceh-demam-giok
                http://www.antaranews.com/berita/475494/demam-batu-mulia-landa-serambi-mekah

"Presiden Giok Aceh" Kembangkan Sayap di Rawa Bening

Usahawan giok asal Aceh, Iswadi Azwir,  mengembangkan sayap bisnis, pasar batu Aceh dengan memimpin "Pasar Batu Karya Djatinegara Gemstone, Komplek Rawa Bening, Jakarta," yang diresmikan, Senin (15/12/2014).
Seorang warga memperlihatkan Batu Giok Aceh jenis Radar Besi yang ditemukan di kawasan pegunungan Singgah Mata di Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Selasa (18/3). SERAMBI/DEDI ISKANDAR
"Cakupan pasar batu Aceh sekarang sudah makin luas  dengan dibukanya Pasar Batu Karya Dtjatinegara Gemstone. Kita mendapat puluhan stand baru di kawasan Rawa Bening," kata Iswadi yang mendapat julukan "Presiden Giok dari Aceh.
Iswadi adalah salah seorang pemasok batu giok Aceh di Rawa Bening, mal khusus batu mulia terbesar di Asia Tenggara. Selama ini terdapat 20 usawahan giok berasal dari Aceh di Rawa Bening, seperti Ikrar Grmstonr, Edi Gemstone, Amir Gemstone dan sebagainya.
Iswadi menjelaskan, giok Aceh saat ini menjadi primadona di kalangan penikmat batu mulia di Indonesia. "Sehingga banyak juga yang dipalsukan oleh oknum-oknum tertentu. Saya salah seorang yang dimintai konsultasi soal asli tidaknya giok dari Aceh," kata Iswadi.
Iswadi menjelaskan batu Aceh memiliki 114 corak dan khusus giok hanya terdapat di Aceh. "Saya sudah berkonsultasi dengan ahli batu mineral mengenai batu giok Aceh," sebut Iswadi.
Saat ini Iswadi sedang memperkenalkan batu "aswad" atau "black jade"  salah satu jenis batu Aceh yang digunakan sebagai batu terapi. "Peminatnya sangat tinggi, ada dari Jepang dan Korea," kata Iswadi.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2014/12/15/presiden-giok-aceh-kembangkan-sayap-di-rawa-bening

Gubernur Dapat Cinderamata Cincin Giok

Gubernur Dapat Cinderamata Cincin Giok
Gubernur Aceh Zaini Abdullah memperoleh cenderamata berupa cincin batu giok Aceh, milik Ikrar dan Iswadi Azwir, pemenang lomba batu mulia Indonesia Gemstone. penyerahan cincin tersebut dilakukan dalam acara penyerahan sertifikat Saman di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (25/9).
Sebagai bentuk rasa gembira, Gubernur langsung mengangkat jari yang sudah berhias cincin giok berwarna hijau lumut ke atas, memperlihatkan kepada seluruh pengunjung, termasuk Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Prof Wiendhu Nuryati.
“Saya gembira bisa menghadiahan cincin giok kepada Gubernur  sebagai bentuk ungkapan perhatian, atas prestasi yang telah diraih Aceh dalam acara Indonesia Gematone,” kata Ikrar yang naik ke panggung bersama Iswadi Azwir, usahawan giok Aceh di Jakarta.
Dalam acara penyerahan sertifikat Saman tersebut, batu giok Aceh turut dipamerkan dalam bentuk bahan baku. Pengunjung menaruh perhatian kepada pajangan giok berwarna hiju lumut tesebut.
Giok Aceh akhir-akhir ini sedang naik daun dan jadi pusat perhatian penggemar dan kolektor batu mulia di Indonesia. Iswadi Azwir nengatakan, giok selain di Nagan Raya juga terdapat di Gayo. “Tapi sementara ini yang sedang dicari giok Nagan, saya kira giok Gayo juga akan booming, mengingat kualitas dan warnanya lebih beragam,” kata Iswadi yang beberapa waktu lalu menjadi pembicara dlam ‘dialog giok’ di Gedung MPR RI.

http://aceh.tribunnews.com/2014/09/27/gubernur-dapat-cinderamata-cincin-giok