3 Agustus 2013

Aceh Demam Giok

BONGKAHAN batu itu sekilas tidak ada yang istimewa. Berbentuk lonjong dengan kulit luar berwarna kuning dan kasar. Seperti batu biasa lainnya yang berasal dari gunung, batu ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Namun siapa nyana, dari penampakannya yang biasa saja, bongkahan batu itu dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta.
“Boleh dilihat, saya jamin kualitasnya bagus,” kata Arbi, seorang penambang batu giok saat ditemui Serambi di pusat penjualan batu akik dan permata Gemstone kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (10/12).
Lelang Batu Giok Aceh. Warga memilih Batu Giok Aceh jenis Neprit (Aceh Nephrite Jade) asal Beutong Nagan Raya yang dilelang pedagang di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (4/1). Sejumlah penggemar batu datang ke tempat tersebut untuk mmembeli batu jenis giok yang dijual relatif murah. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Arbi memamerkan batu berjenis cempaka madu itu kepada setiap pengunjung Gemstone. Batu akik cempaka madu dikenal sebagai salah satu jenis batu berharga dan punya citarasa seni tinggi yang kerap diburu konsumen dan kolektor batu permata.
Memiliki warna dominan merah pekat, cempaka madu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemakainya. Selain kelihatan mewah, jenis batu ini memiliki aura stylish bila dipoles dengan aksesori atau rangka yang apik.
Sebetulnya tidak hanya Arbi, ada ratusan penambang batu mulia kini menjamur di Aceh. Mulai dari Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, hingga Aceh Tengah. Dari banyak jenisnya, giok merupakan salah satu jenis batu mulia yang belakangan populer dan paling diburu para penambang dan kolektor.
Tren menambang batu mulia di Aceh mulai heboh seiring menjamurnya penggemar batu giok di Aceh sejak enam bulan terakhir. Tidak hanya warga di perkotaan maupun perkampungan, fenomena demam batu mulia kini menjadi buah bibir hangat di kalangan eksekutif muda, pegawai negeri sipil, polisi, TNI, maupun karyawan perusahaan BUMN. Semua mereka senang membicarakan batu akik atau batu mulia kesayangannya. Umumnya para Gemstone Mania memakainya karena berbagai alasan. Ada yang mengaku karena hobi, sebagai hadiah untuk teman, maupun koleksi pribadi sampai menjadi lahan bisnis menggiurkan. Bahkan mereka rela merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk mendapat batu akik kesayangannya.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2014/12/16/aceh-demam-giok
                http://www.antaranews.com/berita/475494/demam-batu-mulia-landa-serambi-mekah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar